| |
|
Pusat Pelatihan Hypnosis & Hypnotherapy
INDONESIAN
HYPNOSIS ASSOCIATION
Jln. Raya
Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.
+622913408700,
081229000205,
081252777720
|
www.hypnosis45.com
|
|
 |
|
|
Proses Hypnosis / Hypnotherapy |
|
Apa yang kami
jelaskan di bawah ini adalah proses hypnosis yang
mengacu pada praktek hypnosis klasik. Apa itu hypnosis klasik? Hypnosis klasik
adalah teori dan praktek hypnosis yang berkembang
sebelum masa Dr. Milton H. Erickson. Ciri khas dari hypnosis
klasik adalah klien harus melalui fase trance "semacam
tidur" sebelum terapi yang sesungguhnya dimulai.
Hypnosis klasik adalah teknik hypnosis yang paling
populer.
Hypnotherapy bisa
saja dilakukan dengan tanpa melalui trance, tapi kebanyakan klien dan hypnotherapist merasa lebih nyaman
apabila melakukan terapi dengan gaya hypnosis klasik. Kami mengutamakan prosedur hypnosis klasik dalam
setiap sesi
hypnotherapy yang kami lakukan. Namun tidak jarang, kami
mengunakan waking hypnosis, NLP dan EFT. Semua itu
disesuaikan dengan kondisi klien.
1. Pre-Induction
Ketika Anda pertama
kali mengetahui suatu informasi tentang kami atau
pada waktu bertemu kami, inilah yang disebut
Pre-Induction, tahap sebelum dimulai induksi.
Setelah Anda mengisi formulir terapi, kami membuka percakapan mengenai masalah
Anda, menghilangkan miskonsepsi dan rasa
takut Anda terhadap hypnosis, serta menjawab
pertanyaan-pertanyaan Anda. Pre-Induction juga
disebut tahap Pre-Talk
2.
Suggestibility Test / Uji sugestibilitas
Uji
sugestibilitas digunakan untuk mengetahui apakah
seseorang memiliki tipe physical suggestibility (sugestibilitas
fisik) atau emotional suggestibility (sungestibilitas
perasaan). Mengetahui tipe sugestibilitas seseorang
sangat penting untuk menentukan tipe induksi yang
digunakan dan teknik terapi yang cocok.
3. Induction / Induksi
Induksi (dalam bahasa
hypnosis) adalah cara yang digunakan oleh
hypnotist untuk membimbing klien mengalami trance
hypnosis. Trance hypnosis adalah suatu kondisi
kesadaran dimana bagian kritis pikiran sadar tidak
aktif, sehingga klien sangat reseptif terhadap
sugesti yang diberikan oleh hypnotist.
Ada banyak
cara yang bisa digunakan untuk induksi. Akan sangat
panjang dan terlalu teknis bila kami jelaskan disini.
Cukup Anda perhatikan satu hal penting ini: Syarat utama agar proses induksi berjalan
lancar adalah Anda harus bersedia dihipnotis. Bila
Anda menolak dihipnotis maka kami atau siapapun tidak akan mampu
menghipnotis Anda. Hypnosis tidak bisa
diterapkan secara paksa.
4. Deepening
Deepening merupakan
kelanjutan dari induksi. Tujuannya dari penggunaan
teknik deepening adalah untuk membuat klien semakin
suggestible (meningkatkan kemampuan untuk menerima
sugesti). Kita mengenal ada
beberapa tingkatan trance hypnosis. Secara sederhana
kita bisa membagi tingkatan trance hypnosis menjadi
light trance, medium trance, deep trance atau
somnambulism. Somnambulism adalah kondisi mental
dimana pikiran subjek menjadi sangat sugestif. Level trance hypnosis yang paling tepat untuk terapi ataupun untuk stage hypnosis
adalah somnambulism.
Oleh karena itu,
apabila setelah induksi seorang klien belum mencapai
kondisi somnambulism, hypnotist perlu melakukan
deepening dengan teknik tertentu yang bisa membuat klien
mengalami somnambulism. Untuk mengetahui tingkat
tance hypnosis
yang dialami klien, hypnotist bisa melakukan trance level
test, atau bagi hypnotist yang berpengalaman cukup
melihat dari tanda-tanda yang ditunjukkan klien.
5. Terapi Pikiran
Dimulai
Banyak hypnotist
pemula yang kurang memahami bahwa dalam menjalankan
hypnotherapy, ada teknik-teknik tertentu yang harus dikuasai.
Sering kali ada hypnotist pemula yang karena sudah
menguasai teknik induksi (membimbing orang mengalami trance
hypnosis), maka dia merasa sudah menguasai seluruh ilmu
hypnosis.
Misalkan komputer
dengan OS Windows, teknik induksi hanyalah password. Orang yang mengetahui password
dan berhasil membuka windows belum
tentu memahami cara mengoperasikan atau membuat program komputer
dengan benar, salah-salah malah bisa merusaknya. Begitu
juga dengan hypnosis, orang yang baru bisa menghipnotis
belum tentu bisa melakukan terapi untuk menyelesaikan
masalah yang serius.
Dalam banyak kasus,
memberi sugesti secara langsung (direct suggestion)
memang sangat efektif dan sudah bisa membuat klien
mengalami perubahan drastis. Namun apabila masalah yang
dihadapi klien sebenarnya disebabkan oleh peristiwa
traumatik di masa lalu, maka perlu dilakukan teknik
khusus seperti age
regression, time line therapy, hipnoanalisa, forgiveness
therapy, chair therapy, atau
teknik-teknik lainnya.
6. Terminasi / Mengakhiri Sesi Hypnotherapy
Inilah bagian yang kami suka. Karena begitu klien
membuka mata, kami sering melihat senyum yang ceria dan mata berbinar.
Itulah mengapa kami selalu ketagihan melakukan
hypnotherapy. Membangunkan klien dari hypnosis
adalah hal yang paling mudah dan menyenangkan, lebih mudah daripada
membangunkan remaja di hari minggu. Siapapun
tidak perlu takut dihipnotis karena takut
tidak bisa bangun. Sepanjang sejarah penggunaan
hypnosis yang saya tahu, tidak satupun orang yang
tidak bisa bangun dari kondisi hypnosis.
|
|
|
|
|
|
Kami Siap Membantu Anda |
|

FARHAN
081229000205
|

SARI
081252777720 |
infopusat@gmail.com
|
|
|

© 2008-2009
INDONESIAN HYPNOSIS ASSOCIATION
PUSAT HIPNOTERAPI DAN PELATIHAN HIPNOSIS MODERN
Jln. Raya
Welahan-Jepara Km. 2, Jepara, Jawa Tengah, Indonesia.
081229000205, 081252777720
|
www.hypnosis45.com
|
|
|
|
|
|
|