|
Ditulis oleh: Indra
Majid, CHP.
Usia saya memang masih
tergolong muda (24 tahun). Namun entah mengapa, sejak suatu hari saya melihat tetangga
saya yang pensiunan guru sering bengong tanpa teman ngobrol
di teras rumahnya, saya merasa prihatin terhadap pensiunan. Saya merenung dan bertanya:
Kalaupun kebutuhan hidup tercukupi, apa enaknya jadi
pengangguran? Apa enaknya berdiam diri tanpa melakukan sesuatu
untuk orang lain?
Banyak orang menjadi
"cepat tua"
setelah pensiun. Bukan hanya karena penghasilan menipis.
Kurangnya aktivitas dan merasa sudah tidak berguna
adalah faktor utama mengapa banyak pensiunan merasa tidak
bahagia. Rasa tidak bahagia menyebabkan tekanan pikiran.
Sedangkan tekanan pikiran atau stress menyebabkan kerusakan
pada kulit dan rambut. Itulah sebabnya banyak orang ketika
pensiun tampak cepat sekali menjadi tua.
Bayangkan, Anda sudah tua,
usia 60 tahun ke atas. Anda pensiun. Kegiatan Anda
sehari-hari hanya di rumah. Pagi baca koran, siang nonton
TV, dan malam ngobrol sama tetangga. Setelah itu kembali ke
kamar dan tidur. Di akhir pekan, Anda keluar rumah
jalan-jalan, olah raga, atau menjalankan hobi. Hidup Anda
akan monoton. Sama setiap harinya. Anda sudah terbebas dari pekerjaan rutin yang selama ini membuat Anda bangga. Anda
merasa tidak berfungsi lagi, sudah berakhir, selesai. Sudah
pensiun mau apa lagi? Tinggal menggu waktunya tiba untuk
mati. Apakah Anda mau hidup Anda berakhir seperti
ini?
Bayak
orang enggan bicara atau memikirkan masa pensiun, karena
mereka merasa bahwa bicara soal pensiun seperti bicara
soal kematian. Benar ya?
Setiap orang pasti akan
pensiun, dan berapapun usia Anda sekarang ini, pensiun
adalah momen yang pasti akan Anda hadapi. Karena pensiun
adalah suatu kepastian maka seharusnya setiap orang
mempersiapkan diri untuk memasuki era baru dalam kehidupan
itu. Persiapan ini mencakup persiapan psikologis,
mental-spiritual, kesehatan dan tentu saja finansial.
Pensiun
seringkali dianggap sebagai kenyataan yang tidak
menyenangkan sehingga menjelang masanya tiba sebagian orang
sudah merasa cemas karena tidak tahu kehidupan macam apa
yang akan dihadapi kelak. Dalam era modern seperti sekarang
ini, pekerjaan merupakan salah satu faktor terpenting yang
bisa mendatangkan kepuasan (karena uang, jabatan dan
memperkuat harga diri). Oleh karenanya, sering terjadi orang
yang pensiun bukannya bisa menikmati masa tua dengan hidup
santai, sebaliknya, ada yang malahan mengalami problem
serius, baik kejiwaan atau pun fisik.
Merupakan pertanyaan
penting bagi Anda. Apakah Anda pernah berpikir tentang
pensiun? Masa tua? Apakah Anda khawatir memasuki masa pensiun?
Apa yang akan Anda lakukan di masa pensiun? Bagaimana dengan
penghasilan Anda? Apakah Anda ingin tetap aktif dan berguna
bagi orang lain sampai akhir hidup Anda?
Masa tua Anda akan lebih
bahagia apabila Anda bisa membantu memerdekakan orang lain
dari berbagai masalah yang dialami. Dan salah satu jalan
untuk bisa membantu orang lain adalah mempelajari terapi
hypnosis dan EFT. Dengan menguasai hypnosis atau EFT, Anda tetap bisa
berguna bagi orang lain, dan jika anda mau, anda pun
bisa mengasilkan uang dari praktek hypnosis dan EFT
yang anda lakukan. Pensiun bukan akhir dari
kehidupan Anda. Nikmatilah dan habiskan sebaik mungkin.
Karena ini adalah kesempatan terakhir Anda untuk menjadi
penolong bagi orang lain.
Melakukan hypnosis dan terapi EFT
bukanlah pekerjaan. Membantu menyelesaikan masalah orang
lain adalah bobi yang menyenangkan. Bayangkan, seseorang
datang kepada Anda dengan masalah psikologis yang
menjadi beban hidupnya selama ini. Betapa puas
dan senangnya Anda ketika menyaksikan orang tersebut tersembuhkan,
terbebas dari masalahnya.
Sekarang, Apakah Anda
masih enggan memikirkan masa pensiun? Apakah Anda ingin jadi
orang yang "mati" sebelum ajal karena tidak melakukan apapun
ketika pensiun? Atau Anda ingin tetap beraktivitas, bertemu
dengan banyak orang berbeda setiap harinya dan membantu
menyelesaikan masalah mereka? Pikirkan sekarang juga.
Menurut anda, apakah hidup anda akan lebih bahagia apabila
di akhir hidup anda, anda bisa menolong banyak orang.
Butuh berapa lama untuk belajar hypnosis?
Sering saya dapat pertanyaan, "Berapa lama waktu yang
diperlukan untuk mempelajari hipnosis?" Well, seperti
mempelajari ilmu lainnya, jawabnya: "tergantung". Tergantung
apa maksudnya? Tergantung sejauh mana Anda ingin belajar
hypnosis. Apakah Anda hanya ingin bisa hypnosis sekedar
untuk permainan, atau agar bisa membantu orang lain, atau
ingin benar-benar menguasai hypnosis secara mendalam?
Kalau Anda ingin menguasi
hypnosis secara mendalam, maka Anda tidak perlu bertanya
berapa lama harus belajar. Sampai saat ini pun saya masih
terus belajar memperdalam pengetahuan saya tentang hypnosis.
Semua pakar hypnosis legendaris yang buku-bukunya menjadi
rujukan, mengaku tidak pernah berhenti belajar tentang
hypnosis.
Berbeda lagi kalau Anda
cuma ingin bisa menghipnotis orang lain. Kemudian membuatnya
lupa angka, tidak tahu namanya sendiri, tidak bisa bergerak,
halusinasi dsb., maka pelatihan hypnosis singkat selama 6
jam sudah cukup untuk Anda. Bahkan banyak orang sudah bisa
menghipnotis hanya dengan belajar dari buku atau menonton
video pelatihan hypnosis.
Sedangkan kalau Anda
ingin bisa membantu orang lain dengan hypnosis, tentu saja
butuh waktu sedikit lebih panjang karena banyak hal yang
perlu dipelajari. Indonesian Hypnosis Association juga sudah merancang
berbagai pelatihan hypnosis mulai dari dasar, menengah,
hingga tingkat lanjut.
Dan perlu Anda perhatikan
bahwa hypnosis bukan sekedar teori. Seseorang bisa saja
membaca buku dan memahami bagaimana melakukan hypnosis, tapi
sekedar paham saja, tidak bisa melakukan. Untuk itu dalam
pelatihan yang saya adakan selalu mengutamakan praktek
langsung di kelas.
Lebih lengkap tentang
hypnosis - Klik
disini
Informasi Pelatihan
Hypnosis dan EFT - Klik disini
|